PENGARUH TAKARAN PUPUK ORGANIK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI (Apium Graveolens L.)

  • Rastuti Kalasari Universitas Palembang
Keywords: Hidroponik Sistem Sumbu, Jenis Sumbu, Kompos Daun Bambu

Abstract

Tanaman seledri dipergunakan sebagai pelengkap masakan sebagai sayuran daun terutama untuk aroma masakan atau sebagai tanaman obat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Agustus 2017 di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Palembang dengan ketinggian sekitar 6 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola tunggal  satu faktor. Faktor perlakuan pupuk organik hayati adalah Takaran  Pupuk Organik Hayati yang terdiri dari P0 = Kontrol (tanpa perlakuan), P1 = Pupuk Organik Hayati 100 kg/ha, P2 = Pupuk Organik Hayati 200 kg/ha, P3 = Pupuk Organik Hayati 300 kg/ha, P4 = Pupuk Organik Hayati 400 kg/ha, P5 = Pupuk Organik Hayati 500 kg/ha. Data hasil penelitian dianalisis berdasarkan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 0.05 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian  takaran pupuk organik hayati sebanyak 400 kg/ha mampu meningkatkan hasil pertumbuhan tanaman seledri yang terbaik.

Published
2018-07-31
How to Cite
[1]
Kalasari, R. 2018. PENGARUH TAKARAN PUPUK ORGANIK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI (Apium Graveolens L.). Prospek Agroteknologi. 7, 1 (Jul. 2018), 69-78.