PENGARUH PENGGUNAAN BATA RINGAN DAN BATA MERAH TERHADAP SIMPANGAN (P-DELTA) PADA BANGUNAN GEDUNG 2 LANTAI
Abstract
Sistem struktur dalam konstruksi adalah terdiri dari balok, kolom, pelat, dinding, diagfragma, pondasi, joint (sambungan). Portal yang merupakan struktur utama rangka yang terdiri dari balok dan kolom yang dipertemukan oleh titik simpul yang menjadi penahan terhadap beban. Dinding struktural merupakan dinding yang kaku yang menumpu beban dinding bangunan. Berat jenis bata ringan sebesar 57,5 kg/m2. Dan bata merah berat jenisny 250 Kg/m2[2]. sehingga kedua jenis bata tersebut bisa saja memeberikan efek terhadap simpangan yang terjadi pada gedung tersebut. penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi program SAP2000 versi 14 untukm menganalisis struktur yang berfokus untuk membandingkan Simpangan (P-Delta) yang timbul dari penggunaan bata ringan (sebagai model A) dan bata merah (sebagai model B) terhadap bangunan bertingkat dua lantai. Nilai P-Delta yang terjadi pada gedung dua lantai tersebut pada gedung model A arah X sebesar -0,001423 mm dan model B sebesar -0,04939 mm. Untuk arah Y model A sebesar 0,00452 mm dan 0,02576 mm. Sehingga P-Delta gedung B lebih besar dari pada gedung B 71,188% lebih besar dari pada gedung A untuk defleksi arah X. Pada P-Delta arah Y gedung B 75,465% lebih besar dari pada gedung A.






