ANALISIS PEMANFAATAN LIMBAH ABU AMPAS TEBU SEBAGAI PENGGANTI SEMEN DAN SUPER BETON SPC-200 PADA CAMPURAN MUTU BETON K275
Abstract
Abu ampas tebu merupakan hasil perubahan secara kimiawai dari pembakaran ampas tebu. Ampas tebu digunakan sebagai bahan bakar untuk memanaskan boiler dengan suhu mencapai 5500- 6000C dan lama pembakaran 4-8 jam. Beton adalah material komposit yang terdiri dari semen, agregat halus (pasir), koral (agregat kasar), dan air, serta zat aditif jika diperlukan. Kuat tekan beton merupakan faktor utama yang diperhitungkan dalam pe$m$akaian be$ton se$lain kuat tarik, sehingga banyak cara yang dilakukan guna meningkatkan nilai kuat beton tersebut, diantaranya dengan menambah bahan tambahan yang diharapkan bisa menambah nilai kuat tekan beton pada campuran beton tersebut. Namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahan penyusun beton juga dapat berubah atau dikombinasikan dengan bahan-bahan limbah di se$kitar lingkungan kita, baik organik atau anorganik seperti bahan limbah abu ampas tebu dan lainnya, jika lim$bah dibuang terus menerus tanpa adanya pengolahan yang maksimum dapat menimbulkan gangguan keseimbangan, dengan demikian menyebabkan lingkungan tidak berfungsi seperti semula dalam arti kesehatan, kesejahteraan dan keselamatan hayati. Seiring dengan adanya peningkatan jumlah limbah industri pengelolahan gula tebu, yang menjadi permasalahan pencemaran lingkungan akibat limbah abu ampas tebu, maka untuk mengurangi limbah abu ampas tebu peneliti memiliki gagasan untuk melakukan pengembangan penelitian yang menggunakan limbah abu ampas tebu sebagai bahan pengganti semen pada campuran beton. Hal tersebut dapat memberikan alternatif untuk memanfaatkan limbah-limbah yang tidak terpakai, dengan optimalisasi pemakaian limbah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah agar dapat mengerti bagaimana mengelolah dan memanfaatkan limbah abu ampas tebu untuk campuran beton, Mengetahui pengaruh penambahan limbah abu ampas tebu terhadap kuat tekan mutu beton K275. Berdasarkan dari hasil penelitian dan pengujian yang telah dilakukan maka dapat diambil suatu kesimpulan sebagai berikut : Dari evaluasi hasil kuat tekan mutu beton K250 yang dihasilkan dari campuran limbah abu ampas tebu dan Super Beton SPC-200 adalah: Campuran mutu beton K250 normal tanpa menggunakan campuran limbah abu ampas tebu pada beton umur 28 hari di dapat kuat tekan sebesar 276,26 kg/cm2. Campuran mutu beton K250 yang menggunakan campuran limbah abu ampas tebu sebanyak 7% dan Super Beton SPC-200 2%dari berat semen pada umur 28 hari di dapat kuat tekan sebesar 264,19 kg/cm2. Campuran mutu beton K250 yang menggunakan campuran limbah abu ampas tebu sebanyak 14% dan Super Beton SPC-200 2%dari berat semen pada umur 28 hari di dapat kuat tekan sebesar 229,46 kg/cm2. Campuran mutu beton K250 yang menggunakan campuran limbah abu ampas tebu sebanyak 21% dan Super Beton SPC-200 2%dari berat semen pada umur 28 hari di dapat kuat tekan sebesar 221,92 kg/cm2. Dari hasil evaluasi kuat tekan yang di dapat pada pengujian, beton yang mengandung campuran limbah abu ampas tebu sebanyak 7%, 14%, dan 21 % dan Super Beton SPC-200 2%dari berat semen, tidak mempunyai kuat tekan yang melebihi dari mutu beton K250.






