ANALISA DEBIT BANJIR METODE HIDROGRAF SATUAN SINTETIK SOIL CONSERVATION SERVICE (SCS) PADA SUB DAS OGAN KECAMATAN BATURAJA TIMUR DAN BATURAJA BARAT

  • Rudy Suryadi Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Laksmana Angga Parsada
  • Muhammad Iqbal Firdaus
  • Intan Rahmahwati
Keywords: Banjir, Baturaja Timur, Baturaja Barat, HSS, SCS

Abstract

Banjir merupakan permasalahan yang sering dijumpai di kota-kota khususya di pada Sub DAS Ogan Kecamatan Baturaja Timur dan Kecamatan Baturaja Barat, pada saat kondisi hujan jumlah air sungai melebihi kapasitasnya atau menjadi terlalu banyak maka terjadi genangan air yang diakibatkan oleh luapan sungai. Studi ini bertujuan Untuk ini bertujuan mengestimasi dan menganalisis debit banjir rencana pada Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Ogan yang melintasi kawasan perkotaan Kecamatan Baturaja Timur dan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu, sebagai respons terhadap kejadian banjir terparah pada tahun 2024, dengan menerapkan Metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Soil Conservation Service (SCS). Metodologi ini melibatkan analisis hidrologi yang diawali dengan perhitungan curah hujan rencana menggunakan distribusi probabilitas (Normal, Log Normal, Log Pearson Tipe III, dan Gumbel) untuk berbagai periode ulang (2, 5, 10, dan 25). Hasil uji kecocokan Smirnov-Kolmogorov menunjukkan bahwa distribusi Gumbel ditolak, sementara distribusi Normal, Log Normal, dan Log Pearson Tipe III diterima. Intensitas hujan dihitung berdasarkan persamaan Mononobe, dan distribusi hujan harian ke hujan jam-jaman (hyetograph) dilakukan menggunakan metode Modified Mononobe. Analisis DEM terhadap karakteristik Sub DAS menunjukkan elevasi lahan tertinggi sebesar 152,235 Mdpl dan terendah 49,372 Mdpl, dengan tata guna lahan didominasi oleh Ruang Terbuka Hijau (89,57%) yang mendasari penentuan nilai Curve Number (CN). Perhitungan debit banjir rencana menggunakan HSS-SCS mengindikasikan debit puncak tertinggi sebesar 227m/s periode 2 tahun, 232 m/s periode 5 tahun, 235 m/s periode 10 tahun dan 238 m/s pada periode ulang 25 tahun 238 m/s, dimana hidrograf aliran secara umum menunjukkan puncak debit terjadi pada jam ke-4, diikuti oleh fase resesi atau penurunan bertahap. Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa nilai debit banjir rencana tersebut melampaui kapasitas debit tampung penampang saluran Sungai Ogan pada Sub DAS tersebut, yang mengindikasikan adanya ketidakseimbangan hidrolik dan menjadi penyebab utama luapan banjir.

Published
2025-11-28

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.