ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON FC 16,9 Mpa (K200)
Abstract
Beton merupakan material konstruksi yang terdiri dari agregat halus dan kasar, semen, dan air, dengan semen yang dipersatukan oleh air dalam perbandingan tertentu dicampur bersama-sama sampai campuran menjadi homogen dan bersifat plastis sehingga mudah untuk dikerjakan. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan pengganti penyusun beton adalah limbah pecahan beton untuk penggunaan beton baru, menjadi alternatif bahan beton yang menguntungkan, karena agregat yang digunakan adalah agregat yang telah dibuang. Dengan pertimbangan tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai kuat tekan mutu beton K200 menggunakan limbah pecahan beton. Penelitian ini bertujanUntuk mengetahui pengaruh kuat tekan beton pada masing-masing variasi pengganti semen dan koral pada campuran beton yang menghasilkan kuat tekan optimum dan agregat halus (pasir) dari sungai musi, sedangkan agregat kasar dari lahat. Pada penelitian ini benda uji dicetak dengan menggunakan kubus baja ukuran 15cm x 15cm x 15cm, umur yaitu 28 hari dengan pengujian kuat tekan beton. Pada campuran beton K.200 tersebut dibuat campuran pengganti yaitu dengan campuran limbah pecahan beton 0% (beton normal), campuran limbah pecahan beton 15%, campuran limbah pecahan beton 25% dan campuran limbah pecahan beton 35% dari berat koral. Beton yang mencapai umur 28 hari karena pada umur ini menurut PBI 1974, kekuatan beton telah mencapai 100%. Dari evaluasi hasil uji kuat tekan yaitu pada beton normal dengan umur 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 200,03 kg/cm2, pada campuran pengganti koral 15% dengan umur 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 262,68 kg/cm2, pada campuran pengganti 25% dengan umur 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 163,04 kg/cm2 dan campuran pengganti koral 35% dengan dengan umur 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 193,23 kg/cm2. Dari hasil evaluasi kuat tekan beton yang menggunakan limbah pecahan beton pengganti koral sebesar 15%, mempunyai kuat tekan yang melebihi dari beton normal.






