ANALISIS KINERJA MANAJEMEN PROYEK BERDASARKAN ASPEK TRIPLE CONSTRAINT PADA PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) GANDUS KOTA PALEMBANG
Abstract
Pembangunan infrastruktur air bersih merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar masyarakat. Salah satu proyek yang dilaksanakan untuk mendukung penyediaan air bersih di Kota Palembang adalah pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gandus kapasitas 500 liter/detik. Proyek dengan tingkat kompleksitas pekerjaan yang tinggi memerlukan penerapan manajemen proyek yang efektif agar sasaran pelaksanaan dapat tercapai berdasarkan aspek waktu, biaya, dan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja manajemen proyek pada pembangunan IPA Gandus, menganalisis kinerja berdasarkan aspek waktu, biaya, dan mutu (triple constraint), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja proyek. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pihak terkait, serta dokumentasi proyek yang meliputi jadwal pelaksanaan, laporan progres pekerjaan, data anggaran biaya, dan dokumen pengendalian mutu. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi rencana dan realisasi pelaksanaan proyek serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja manajemen proyek secara umum telah berjalan cukup baik. Pada aspek waktu masih terdapat beberapa keterlambatan yang dipengaruhi oleh keterlambatan pengadaan material, kondisi cuaca, koordinasi pekerjaan, dan produktivitas tenaga kerja. Namun, keterlambatan dapat diminimalkan melalui upaya percepatan dan pengendalian proyek. Pada aspek biaya, pengendalian dilakukan secara berkala sehingga realisasi biaya masih berada dalam batas pengendalian yang dapat diterima. Pada aspek mutu, hasil pekerjaan secara umum telah memenuhi spesifikasi teknis dan standar mutu yang ditetapkan. Faktor-faktor yang memengaruhi kinerja proyek meliputi perencanaan proyek, ketersediaan material, kompetensi sumber daya manusia, pengendalian waktu dan biaya, sistem komunikasi dan koordinasi, serta kondisi cuaca dan lingkungan kerja. Penerapan manajemen proyek yang efektif dan pengendalian triple constraint secara terpadu diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pelaksanaan proyek infrastruktur air bersih.






