ANALISIS PENGARUH VARIASI PERSENTASE LIMBAH KACA SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON K-250
Abstract
Beton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan dalam berbagai jenis pembangunan karena memiliki kuat tekan yang tinggi, mudah dibentuk, serta memiliki daya tahan yang baik. Namun, penggunaan agregat halus berupa pasir alam secara terus-menerus dapat mengakibatkan berkurangnya ketersediaan sumber daya alam dan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan pasir alam adalah dengan memanfaatkan limbah kaca sebagai material alternatif pengganti sebagian agregat halus. Limbah kaca memiliki kandungan silika (SiO₂) yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan kepadatan dan kekuatan beton apabila digunakan dalam proporsi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi persentase limbah kaca sebagai pengganti sebagian agregat halus terhadap kuat tekan beton mutu K-250 serta menentukan persentase penggunaan limbah kaca yang menghasilkan kuat tekan optimum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium. Variasi campuran yang digunakan terdiri atas beton normal (0%), limbah kaca 10%, 15%, dan 20% dari berat agregat halus. Sebelum dilakukan pengujian kuat tekan, setiap campuran diuji nilai slump-nya untuk mengetahui tingkat kelecakan (workability) beton segar. Selanjutnya, benda uji dirawat (curing) selama 28 hari dan diuji menggunakan Compression Testing Machine (CTM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai slump mengalami penurunan seiring bertambahnya persentase limbah kaca, yaitu dari 9,5 cm pada beton normal menjadi 9,0 cm, 8,7 cm, dan 8,2 cm pada variasi limbah kaca 10%, 15%, dan 20%. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan limbah kaca memengaruhi tingkat kelecakan beton segar, namun masih berada dalam rentang yang memenuhi syarat untuk pekerjaan beton normal. Hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari menunjukkan bahwa beton normal memiliki kuat tekan sebesar 252 kg/cm², sedangkan beton dengan limbah kaca 10% mencapai 268 kg/cm², limbah kaca 15% sebesar 276 kg/cm², dan limbah kaca 20% sebesar 260 kg/cm². Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan limbah kaca hingga persentase tertentu mampu meningkatkan kuat tekan beton. Variasi limbah kaca sebesar 15% menghasilkan kuat tekan tertinggi karena partikel limbah kaca berfungsi sebagai filler yang mampu mengisi rongga-rongga dalam beton sehingga meningkatkan kepadatan beton. Namun, pada penggunaan limbah kaca sebesar 20% terjadi penurunan kuat tekan yang diduga disebabkan oleh berkurangnya ikatan antara pasta semen dan partikel kaca yang memiliki permukaan relatif licin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah kaca sebagai pengganti sebagian agregat halus berpengaruh terhadap kuat tekan beton mutu K-250. Persentase penggunaan limbah kaca yang paling optimum dalam penelitian ini adalah 15% dari berat agregat halus karena menghasilkan kuat tekan beton tertinggi, yaitu 276 kg/cm², atau meningkat sekitar 9,52% dibandingkan beton normal. Pemanfaatan limbah kaca sebagai material alternatif juga memberikan manfaat dalam mengurangi limbah padat serta mendukung penerapan konsep konstruksi berkelanjutan (sustainable construction) dan ramah lingkungan (green construction).






