Evaluasi Sistem Pentanahan Transformator Pemakaian Sendiri Berkapasitas 2.5 MW di PLTG Borang
Abstract
Dengan melakukan studi pada sistem pentanahan terpasang pada transformator UPS 2,5 MW Gascom A di PLTG Borang dan mengevaluasi kinerjanya terhadap keamanan operasional. PLTG Borang, sebagai pembangkit berkapasitas menengah, memanfaatkan transformator dengan efisiensi tinggi untuk mendukung sistem kelistrikan. Desain sistem pentanahan menggunakan grid 5 m x 5 m dengan empat elektroda batang tembaga berhasil mencapai resistansi 0,92 Ω, yang lebih baik dari perhitungan teoritis sebesar 3,97 Ω. Hasil pengukuran menunjukkan arus gangguan aktual sebesar 1,27 kA dan tegangan sentuh 826,31 V, keduanya masih dalam batas aman sesuai standar IEEE, yang mengharuskan arus gangguan di bawah 5 kA dan tegangan sentuh kurang dari 1000 V. Meskipun demikian, terdapat tantangan teknis seperti fluktuasi resistansi akibat variasi kelembaban tanah. Penelitian ini merekomendasikan pemantauan rutin sistem pentanahan dan penggunaan material yang lebih tahan terhadap korosi untuk meningkatkan kinerja. Dengan demikian, sistem pentanahan pada PLTG Borang telah terbukti efektif dalam menjaga keamanan operasional, namun perlu perhatian lebih lanjut untuk mitigasi risiko yang mungkin timbul. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengelolaan dan pengembangan sistem kelistrikan yang aman dan andal
References
Junaidi, D. E. Putra, and C. Rizal, “Comparative Review of Grounding Resistance between Planning and Commissioning Test Results at 20 kV Distribution Substations,” J. Ampere, vol. 9, no. 1, pp. 18–24, 2024.
D. E. Putra et al., “Comparison of Grounding Resistance Using Grounding Rod Electrodes with Different Fault Current Types in Podzolic Soil at Prabumulih Substation,” J. Renew. Energy, Electr. Comput. Eng., vol. 3, no. 1, p. 19, 2023, doi: 10.29103/jreece.v3i1.10270.
D. Pranatali, G. Gunawan, and D. Nugroho, “Analisa Kelayakan Pentanahan Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV Jelok – Bringin Menggunakan Metode Komparasi,” JTEV (Jurnal Tek. Elektro dan Vokasional), vol. 8, no. 2, p. 370, 2022, doi: 10.24036/jtev.v8i2.114321.
D. E. Putra, Y. Randika, I. Randika, and H. Inamullah, “Enhancing grounding system efficiency through biopore technique in seasonal soil conditions,” Int. J. Adv. Technol. Eng. Explor., vol. 11, no. 113, 2024.
D. E. Putra, “Analisa Keandalan Penyulang 20 Kv Di Jakabaring Sport City (Jsc) Dalam Menghadapi Asian Games Ke XVIII Tahun 2018 Dian,” Surya Energy, vol. 2, no. 1, pp. 149–156, 2018.
N. M. Seniari and B. W. Dharma, “Effect Of Electroda length Pengaruh Panjang Elektroda, Resistivitas Tanah dan Frekuensi Arus Petir Terhadap Impedansi Pengetanahan Elektroda Batang,” Dielektrika, vol. 8, no. 1, p. 31, 2021, doi: 10.29303/dielektrika.v8i1.264.
Y. K. Putra, Analisis Kemampuan Pentanahan Menara Sutt Terhadap Sambaran Petir Langsung Yang Mengakibatkan Backflashover Pada Saluran Transmisi 150 Kv Ponorogo – Manisrejo, vol. 53, no. February. 2021. [Online]. Available:
IEEE Power and Energy Society - Substations Committee, IEEE Std. 81- Guide for Measuring Earth Resistivity , Ground Impedance , and Earth Surface Potentials of a Grounding System IEEE Power and Energy Society, vol. 2012, no. December. 2012.
D. K. L. PUIL, General electrical installation requirements (PUIL) 2011, vol. 2011, no. PUIL. 2011.
T. Arfianto and A. I. Salam, “Analisis Tahanan Pentanahan Kaki Tower SUTT 70 kV,” J. PROtek, vol. 06, no. 1, 2019.
D. E. Rusiansyah, Aang. Randika,Yos. Randika,Ifan. Putra, “Jurnal Teknik Elektro Jurnal Teknik Elektro,” J. Tek. Elektro, Univ. Palembang, vol. 12, no. 2, pp. 1–10, 2022, doi: 10.36546/jte.v13i1.893.
D. E. Putra, R. A. Yani, M. S. Siahan, C. Rizal, and N. Nofiansah, “The Decreasing Ground Potential Rise by Lessening Soil Resistance in Arrester Grounding System,” IJEEIT Int. J. Electr. Eng. Inf. Technol., vol. 6, no. 2, pp. 44–50, 2023, doi: 10.29138/ijeeit.v6i2.2180.
IEEE Std 80, Standard 80-2000 Guide for Safety in AC substation gorunding, vol. 56. 2000.
An author who publishes in the Jurnal Teknik Elektro (JTE) agrees to the following terms:
Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Submission of a manuscript implies that the submitted work has not been published before (except as part of a thesis, report, or abstract); that it is not under consideration for publication elsewhere; that its publication has been approved by all co-authors. If and when the manuscript is accepted for publication, the author(s) still hold the copyright and retain publishing rights without restrictions. For the new invention, authors are suggested to manage its patent before publication. The license type is CC-BY-SA 4.0.
Jurnal Teknik Elektro (JTE)is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
.jpg)








